Kamis, 13 Maret 2008

Perusahaan Inggris Ciptakan Kamera Tembus Baju

London (ANTARA News) - Satu perusahaan di Inggris telah mengembangkan kamera yang bisa mendeteksi senjata, Narkoba, obat-obatan atau bahan peledak yang disembunyikan di balik pakaian hingga jarak 25 meter.
Kamera T5000 yang dibuat ThruVision menggunakan "teknologi pencitraan pasif" guna mengidentifikasi objek lewat sinar elektromagnetik alami -- dikenal dengan nama Terahertz atau T-rays --yang dipancarkan benda tersebut.
Kamera berkekuatan tinggi itu bisa mendeteksi benda tersembunyi hingga jarak 25 meter dan tetap efektif pada orang yang bergerak.
Kamera tersebut tidak menyingkap detail fisik tubuh dan proses screeningnya tidak berbahaya, ungkap perusahaan tersebut.
Teknologi yang bisa diterapkan untuk keperluan militer maupun sipil itu bisa digunakan di Bandara yang ramai, mal belanja atau untuk kegiatan olahraga.
Kamera tersebut akan diperkenalkan pada pameran kemajuan ilmu pengetahuan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Inggris pada 12-13 Maret.

"Aksi terorisme telah menggoncang dunia pada tahun-tahun ini dan langkah pencegahan keamanan sudah diperketat secara global," kata Clive Beattie, direktur eksekutif ThruVision seperti dikutip AFP.

"Kemampuan untuk melihat benda metalik maupun non-metalik pada orang-orang sampai jarak 25 meter tentu merupakan kemampuan kunci yang akan meningkatkan setiap sistem keamanan komprehensif."
ThruVision menghasilkan teknologi untuk T5000 dengan kerjasama dari Badan Angkasa Eropa dan dari penelitian para astronom yang mengamati bintang-bintang sekarat.
Teknologi itu berfungsi dengan asumsi bahwa setiap orang dan benda memancarkan radiasi elektromagnetik berkadar rendah.
Sinar Terahertz berada di antara infra merah dan gelombang-mikro pada spektrum elektromagnetik.
Setiap bahan memiliki gelombang yang berbeda sehingga bahan peledak bisa dibedakan dengan setumpuk tanah liat, begitu pula kokain bisa dibedakan dari tepung terigu.(*)

Sumber . antara.co.id

Micxound, Ponsel Tetangga 'Mampir' ke Indonesia

JAKARTA - Setelah Indonesia digempur ponsel-ponsel China, kini mulai berdatangan ponsel asal Singapura. Micxon Mobile Communications Singapore hari ini meluncurkan tiga produk ponsel yang dilengkapi dengan teknologi dual-on GSM dan TV Tuner.

Ketiga ponsel tersebut adalah Micxon MTV800, yang dilengkapi dengan fitur TV tuner dan mampu memotret siaran televisi dari ponsel langsung. Kurang lebih, serupa dengan teknologi PrintScreen pada desktop PC. Micxon S600, yang dilengkapi dengan dual-on GSM, dan Micxon M88 dengan teknologi dual-on GSM dan CDMA.

Untuk pendistribusiannya, Micxon Mobile Communications menggandeng PT Golden Victory Indonesia selaku brand office di Indonesia sekaligus perusahaan yang melakukan layanan purna jual di Indonesia. Sedangkan, untuk penjualan, Micxon Mobile Communications menggandeng PT Telesindo.

"Micxound selalu berusaha menghadirkan ponsel dengan teknologi yang disempurnakan," ujar Wakil Direktrur Golden Victory Indonesia Wijaya, pada peluncuran Micxound di FrontRow Cafe, Taman Ria Senayan, Rabu (12/3/2008).

Hal inilah yang menjadi alasan Micxound optimistis mampu menarik perhatian para pengguna ponsel di Indonesia, baik untuk mencoba, mengamati, dan merasakan pengalaman menggunakan dengan membeli ponsel tersebut.

"Dengan berbagai keunggulan fitur dan kualitas produk kami optimistis ketiga ponsel Micxound akan menarik minat konsumen di Indonesia, sehingga kami bisa bersaing di pasaran," pungkas Wijaya. (mbs

Sumber : okezone.com

Rabu, 12 Maret 2008

Kendalikan Komputer dengan Mata


HANNOVER - Mata Anda kini dapat mengendalikan komputer, meskipun dengan kacamata. Dengan MyTobii P10, komputer dengan OS Windows bisa dikendalikan dengan mata penggunanya.

Pencipta MyTobii P10 menyebutnya sebagai alat komunikasi portable dengan kontrol mata. Alat ini terdiri dari layar selebar 15 inci, alat kontrol mata, dan komputer.

Alat cukup menarik untuk disalahgunakan bagi pengguna yang terlalu malas untuk menggerakkan badan menjangkau mouse. Namun, awalnya, ini merupakan peralatan medis yang diperuntukkan kepada user yang memiliki kelemahan atau cacat medis, seperti lumpuh, ALS, cedera serius tulang belakang, atau sklerosa ganda.

Penggunaannya, seperti dilansir Softpedia, Selasa (11/3/2008), cukup duduk di depan alat tersebut, lalu pengguna diminta mengikuti gerakan sebuah titik. Dalam durasi sekira 30 detik, alat tersebut mengidentifikasi mata anda. Setelah itu, P10 dapat digunakan secara optimal.

MyTobii P10 menjamin keakuratannya, meskipun pengguna menggunakan kacamata. Alat ini dapat mengidentifikasi gerakan bola mata penggunanya, berdasarkan warna dan kondisi cahaya. Biarpun, kepala pengguna bergerak-gerak, alat sensor tetap mendeteksi berdasarkan dua kondisi tesebut.

Alat ini dibandrol cukup mahal, sekira 15,000 euro atau kurang lebih Rp210 juta. Akan tetapi, bagi mereka yang benar-benar membutuhkannya, namun kemampuannya dibatasi kelemahan medis, angka ini terbilang layak. (mbs)

Robot US$ 200 Juta Siap Gantikan Astronot


Florida - Amerika Serikat (AS) akan segera meluncurkan pesawat luar angkasa Endeavour. Membawa tujuh astronot, pesawat ulang alik ini juga mengangkut sebuah robot super canggih yang akan difungsikan untuk memperbaiki komponen pesawat angkasa.

Robot bernama Dextre tersebut memiliki dua lengan. Masing-masing lengan punya beberapa persendian khusus untuk melakukan berbagai tugas. Lengan ini juga dilengkapi semacam penjepit untuk mengambil benda, serta beragam perangkat mutakhir lainnya.

Seperti dikutip detikINET dari USAToday, Selasa (11/3/2008), Dextre mampu mengambil benda kecil seukuran ponsel atau buku, dan juga benda-benda yang lebih besar. Robot ini nantinya akan menggantikan tugas perbaikan risiko tinggi pesawat angkasa, yang biasanya dilakukan astronot.

Dinyatakan, Dextre jadi robot pembantu astronot paling canggih yang pernah dibawa dalam sebuah misi ruang angkasa. Kru Endeavour nantinya akan menyusun Dextre di luar angkasa dan menempatkannya di International Space Station (ISS).

Robot seharga US$ 200 juta ini akan mulai efektif bekerja di tahun 2009. Diperkirakan bisa digunakan secara efektif dalam kurun waktu 15 tahun, Dextre akan menggantikan sebagian tugas astronot dalam misi perbaikan pesawat angkasa yang berbahaya.

Sebagai gambaran, Dextre dinyatakan mampu menggantikan sampai 140 komponen pesawat angkasa. Robot ini dibesut oleh Canadian Space Agency, lembaga luar angkasa Kanada. ( fyk / fyk )

Sumber : Detik.com